Sangat menyedihkan pada akhir-akhir ini sebagian ahlussunnah menggampangkan perkara bermajelis bersama ahlu bid'ah. Entah apa yang menyebabkan hal itu, padahal perkara tersebut sangatlah berat dan dihindari oleh para salaf.
Bila diamati dengan seksama, kesungguhan sebagian ahlussunnah dalam memegang teguh manhaj salaf mulai luntur, sedikit demi sedikit. Banyak dari mereka tidak mengindahkan tahzhiran para ulama' terhadap tokoh-tokoh menyimpang, tokoh-tokoh tersebut atau yang semisalnya tetap mereka dengarkan dan diambil ilmunya, masuklah syubhat ke dalam hati seutas demi seutas, perlahan berubahlah fikroh atau pemikiran mereka.
Mungkin karena merasa mampu menyaring, atau karena terlanjur takjub kepada tokoh-tokoh tersebut, atau ketidakpercayaan mereka kepada para ulama'. Lihatlah, banyak celah yang dapat merubah hati, yang dahulunya kokoh saat ini mulai melemah. Tengoklah bagaimana sikap salaf, mereka adalah orang-orang yang ilmunya tidak perlu kita ragukan, ketakwaan yang jauh di atas kita, itupun tidak membuat mereka merasa mampu menyaring sehingga mau bermajelis bersama ahlu bid'ah.
Lihatlah bagaimana sikap dan ucapan para salaf perihal ini :
ﻭﻋﻦ ﺳﻔﻴﺎﻥ ﺍﻟﺜﻮﺭﻱ : ﻣﻦ ﻳﺴﻤﻊ ﺑﺒﺪﻋﺔ ﻓﻼ ﻳﺤﻜﻬﺎ ﻟﺠﻠﺴﺎﺋﻪ، ﻻ ﻳﻠﻘﻴﻬﺎ ﻓﻲ ﻗﻠﻮﺑﻬﻢ .
ﻓﻘﺎﻝ ﺍﻟﺬﻫﺒﻲ ﺭﺣﻤﻪ ﺍﻟﻠﻪ ﻣﻌﻠﻘﺎً ﻋﻠﻰ ﻛﻼﻣﻪ : ﺃﻛﺜﺮ ﺃﺋﻤﺔ ﺍﻟﺴﻠﻒ ﻋﻠﻰ ﻫﺬﺍ ﺍﻟﺘﺤﺬﻳﺮ، ﻳﺮﻭﻥ ﺃﻥ ﺍﻟﻘﻠﻮﺏ ﺿﻌﻴﻔﺔ، ﻭﺍﻟﺸﺒﻪ ﺧﻄﺎﻓﺔ . ﺍﻟﺴﻴﺮ 7/261
adz Dzahabi mengomentari ucapan beliau ini : "Kebanyakan para imam salaf bersikap berhati hati (dari bid'ah) seperti ini, karena hati itu lemah, sedangkan syubhat itu menyambar-nyambar."
(Siyar A'lamin Nubala' 7/261)
Imam Ahmad bin Hanbal berkata dalam suratnya kepada Musaddad :
ولا تشاور صاحب بدعة في دينك ولا ترافقه في سفرك
"Janganlah engkau bermusyawarah dengan ahlu bid'ah dalam urusan agamamu, dan jangan sampai ia menemanimu dalam safarmu." (al Adab asy Syar'iyyah : 3/578)
Muhammad bin Sirin apabila mendengar ucapan pelaku bid'ah, ia meletakkan telunjuknya ke lubang telinganya, kemudian ia berkata :
لا يحل لي أن أكلمه حتى يقوم من مجلسه
"Tidak halal bagiku untuk berbicara dengannya sampai ia selesai dari majelis (bid'ah) nya." (al Ibanah : 484)
Imam al Barbahari mengatakan :
إذا ظهر لك من إنسان شيء من البدع فاحذره فإن الذي أخفى أكثر مما أظهر
"Apabila nampak bagimu kebid'ahan dari seseorang, maka waspadalah terhadapnya, karena (bid'ah) yang ia sembunyikan darimu lebih banyak daripada yang ia tampakkan." (Syarhus Sunnah : 174)
Abdullah bin Abbas radhiaLlahu 'anhu berkata :
ولا تجالس أهل الأهواء فإن مجالستهم ممرضة للقلوب
"Janganlah engkau bermajelis dengan ahlul bid'ah, karena bermajelis dengan mereka membuat hati terkena penyakit." (al Ibanah : 371)
Hasan al Bashri berkata :
لا تجالس صاحب هوى فيقذف في قلبك ما تتبعه فتهلك أو تخالفه فيمرض قلبك
"Janganlah engkau duduk-duduk bersama pelaku bid'ah, karena ia akan mempengaruhi hatimu dalam perkara yang engkau condongi sehingga engkau celaka, atau engkau akan menyelisihinya sehingga (minimal) hatimu akan sakit." (Ibnu Wadh-dhoh : 57)
Hasan al Bashri dan Muhammad bin Sirin berkata :
لا تجالسوا أصحاب الأهواء ولا تجادلوهم ولا تسمعوا منهم
"Janganlah bermajelis dengan ahlu bid'ah, mendebat, atau mendengarkan ucapan mereka." (Ibnu Sa'd 7/172, ad Darimi : 401, al Ibanah : 395)
Abdullah bin Mubarak mengatakan :
إياك أن تجلس مع صاحب بدعة
"Jauhilah olehmu duduk-duduk bersama pelaku bid'ah." (al Ibanah : 452)
Itulah rentetan ucapan para ulama' terdahulu, maka jalan keselamatan ialah pada kehati-hatian, dan sebaliknya adalah kebinasaan. Kita memohon kepada Allah semoga Dia mengokohkan kita semua di atas manhaj salaf, manhaj ahlussunnah wal jama'ah. Amin..
