Catatan Muhammad bin Badr al Umari

Rabu, 14 Juni 2017

Ramadhan Hampir Berlalu

Muhammad al Umari

Cukup tersentak, menyadari sebagian besar Ramadhan telah berlalu, dan mungkin kata "cukup" tidaklah cukup, kiranya kata "sangat" lebih sesuai. Pasti ada rasa penyesalan, masa yang seharusnya bertabur amal ibadah, berhiaskan munajat dan doa, ternyata pergi begitu saja, seperti hari-hari yang lain, datang dan pergi.

Yang lebih menyakitkan, seringkali lidah menjadi kelu, tak kuasa melanjutkan doa berbuka karena malu, meskipun doa itu diajarkan oleh Nabi kita shallaLlahu 'alaihi wasallam :

ذهب الظمأ

"Telah hilang rasa haus,"

وابتلت العروق

"Telah basah urat jasad,"

...وثبت

"Dan telah ditetapkan....."

Di situlah lisan terhenti, sejenak berfikir, bukankah hari ini kita habiskan dengan kesia-siaan?! Bahkan tak jarang malah maksiat yang kita lakukan ?! Pahala apa yang akan kita dapatkan?! Ataukah hanya haus dan lapar saja?! Seakan lisan tak mampu mengucap
وثبت الأجر إن شاء الله
"Dan telah ditetapkan pahalanya insyaALLAH."

Jikalau bukan karena semangat mengikuti ajaran Nabi, dan harapan kepada Sang Khaliq, mungkin tak ada lagi alasan yang dapat membuat doa itu berlanjut, hanya ada kegundahan dan kalut, pantaskah kita melanjutkan, ataukah berhenti di tengah jalan..?

Nampaknya sudah sepantasnya kita bangun dari kelalaian, Ramadhan belum usai, masih ada secercah harapan, cahaya semangat untuk berbenah diri, memuliakan tamu yang beranjak pergi

دهاك الفراق فما تصنعُ     أتـصبر للبين أم تجـزعُ

إذا كنت تبكي وهم جيرة    فكيف تكونوا إذا ودعوا

Telah tiba saat berpisah, lalu apa yang engaku lakukan?

Sanggupkah engkau bersabar dalam perpisahan?


Bila engkau menangis padahal ia bersamamu

Lalu bagaimana lagi jika ia meninggalkanmu

Apakah sudah banyak kita beribadah di bulan ini? Apakah sudah cukup kita mendoakan ampunan untuk kita dan orang tua? Berapa juz Al Qur'an yang kita baca? Berapa raka'at tarawih yang kita kerjakan? Hati yang selamat adalah hati yang sadar bahwa ia sedang sakit, jiwa yang berbahagia ialah jiwa yang mengerti kekurangannya, semua perlu berbenah, bangkit dan berjuang kembali, memupuk besarnya harapan akan ampunan.

عسى وعسى من قبل وقت التفرقِ     إلى كل ما ترجو من الخير ترتقي

فيـجـبـر مـكـسـور ويـقـبـل تائب     ويعتق خطاء ويـسـعـد مـن شقي

Semoga sebelum datang saat berpisah

Engkau gapai kebaikan yang kau harapkan


Terhiburlah hatimu, dan diterima taubatmu

Diampuni jiwa yang berdosa menuju bahagia



Rujukan Syair : Lathoiful Ma'arif, Ibnu Rajab al Hanbali, Darud Dalil al Atsariyah