Bila kita cermati, manusia di muka bumi ini -ditinjau dari segi ilmu- terbagi menjadi empat macam :
1. Orang yang berpaling dari menuntut ilmu syar'i, tidak mau mendengarkannya, maka orang ini adalah orang yang celaka. Allah ta'ala berfirman :
وَمَنْ أَظْلَمُ
مِمَّنْ ذُكِّرَ بِآيَاتِ رَبِّهِ ثُمَّ أَعْرَضَ عَنْهَا إِنَّا مِنَ
الْمُجْرِمِينَ مُنْتَقِمُونَ
“Dan siapakah yang lebih zhalim daripada orang yang telah diperingatkan dengan ayat-ayat Rabbnya, kemudian ia berpaling daripadanya. Sesungguhnya Kami akan memberikan pembalasan kepada orang-orang yang berdosa.” (As-Sajdah: 22)
Ia berpaling dari ilmu syar'i sehingga tidak tahu mana yang halal mana yang haram, mana tauhid mana syirik, mana sunnah mana bid'ah, semuanya ia terjang asalkan dapat memenuhi kebutuhan nafsunya, akibatnya ia celaka. Ibarat orang buta yang berjalan di jalan penuh binatang buas di antara dua jurang di malam gelap gulita, maka tidak mungkin ia akan selamat.
2. Orang yang mau dan bersemangat menuntut ilmu syar'i, akan tetapi ia mengambil ilmu tersebut dari sumber yang salah. Bukan Al Qur'an dan As Sunnah yang ia pelajari, namun bualan para filosof seperti Plato dan Socrates. Bukan pemahaman sahabat dan tabi'in yang ia ambil, namun kerancuan para pendewa akal dan pemuja hawa nafsu. Maka orang ini celaka pula. Dia tersesat dari jalan yang lurus dan terancam dengan siksa neraka.
Rasulullah bersabda : "Aku tinggalkan untuk kalian dua perkara. Kalian tidak akan tersesat selama berpegang teguh dengannya, yaitu Kitabullah (Al Qur’an) dan sunnahku"(HR.Muslim)
Rasulullah tatkala ditanya siapakah golongan yang selamat diantara tujuh puluh tiga golongan yang masuk neraka, Beliau bersabda :
ما أنا
عليه وأصحابي
“(Yaitu) golongan yang sesuai dengan apa yang
aku dan para sahabatku berada di atasnya.” (HR. At Tirmidzi, Al Hakim, Ibnu
Wadh-dhoh dalam Al Bida’ wan Nahyu ‘Anha, Al Ajurri dalam Asy Syari’ah.
Dihasankan oleh Syaikh Salim Al Hilali dalam Al Bashoir hal. 74-75)3. Orang yang menuntut ilmu syar'i, mengambilnya dari sumber yang tepat, namun ia tidak mau mengamalkannya. Maka orang ini adalah pengikut jejak Yahudi, yang mengetahui kebenaran namun tidak mau mengamalkannya. Ia celaka dan dimurkai Allah.
4. Orang yang menuntut ilmu syar'i, mengambilnya dari sumber yang tepat, serta mau mengamalkannya. Maka hanya golongan inilah yang selamat. Semoga Allah membimbing kita semua kepada jalan-Nya yang lurus serta menjadikan kita termasuk golongan yang selamat ini. Amin
