Catatan Muhammad bin Badr al Umari

Senin, 08 Juli 2013

Ruginya Orang Yang Tidak Ikhlas

Muhammad bin Badr al-Umari


Orang yang beramal dengan niat tidak ikhlas -baik karena riya`, sum'ah, maupun kepentingan duniawi lainnya- adalah orang yang paling merugi. Bagaimana tidak,, dia tidak mendapatkan pahala apapun, bahkan akan menuai dosa bila niatnya berupa riya` atau sum'ah. Itu pun, kepentingan dunia yang ia harapkan tidak pasti ia dapatkan, adakalanya dia dapatkan, adakalanya pula hanya sebagiannya, bahkan seringkali tidak ia peroleh. Allah ta'ala telah berfirman :

مَن كَانَ يُرِيدُ الْعَاجِلَةَ عَجَّلْنَا لَهُ فِيهَا مَا نَشَاء لِمَن نُّرِيدُ ثُمَّ جَعَلْنَا لَهُ جَهَنَّمَ يَصْلاهَا مَذْمُوماً مَّدْحُوراً

"Barangsiapa menghendaki kehidupan sekarang (duniawi), maka Kami segerakan baginya di dunia itu apa yang kami kehendaki bagi orang yang kami kehendaki dan Kami tentukan baginya neraka jahannam; ia akan memasukinya dalam keadaan tercela dan terusir. (QS. Al-Israa` : 18)


Dalam ayat ini Allah telah berfirman :

عَجَّلْنَا لَهُ فِيهَا مَا نَشَاء
"...maka Kami segerakan baginya di dunia itu apa yang kami kehendaki"

Jadi semua tergantung kehendak Allah, bila Allah menghendaki, Dia akan berikan kepadanya semua tendensi dunia dari amalannya tersebut. Bila Dia menghendaki, maka akan ia berikan hanya separuhnya, seperempat, seperlima, atau sebagian kecil saja dari apa yang ia harapkan. Itu pun hanya Allah berikan kepada orang yang Dia kehendaki saja, tidak kepada setiap orang yang mengharapkan dunia dari amalannya. Dalam ayat di atas Allah menjelaskan :

لِمَن نُّرِيدُ
"...bagi orang yang kami kehendaki"

Sungguh betapa bodohnya orang-orang yang beramal demi keuntungan dunia atau hanya sekadar pujian manusia, tidak pasti ia dapatkan keinginannya, kalaupun ia dapatkan bisa jadi hanya sebagian kecilnya saja, kemudian ia korbankan pahala yang seharusnya ia raih atau bahkan mendapatkan dosa, sehingga Allah menyeretnya ke dalam Neraka Jahannam sebab amal riya` yang ia kerjakan. Allah ta'ala telah berfirman dalam ayat di atas:

ثُمَّ جَعَلْنَا لَهُ جَهَنَّمَ يَصْلاهَا مَذْمُوماً مَّدْحُوراً
"...dan Kami tentukan baginya neraka jahannam; ia akan memasukinya dalam keadaan tercela dan terusir."

Adapun hamba Allah yang dianugerahi taufiq dan bashiroh, ia akan beramal untuk akhirat, demi mencari kenikmatan memandang Wajah Allah di surga. Sedangkan keuntungan dunia berupa rizki atau pujian yang datang kepadanya padahal tidak ia harapkan, maka itu merupakan nikmat dari Allah dan kabar gembira baginya. Dalam hadits riwayat Muslim no. 2462 disebutkan :
"Rasulullah shalallahu ‘alayhi wasallam ditanya, 'Bagaimana menurutmu tentang orang yang melakukan suatu perbuatan baik, lalu orang lain memujinya?' Rasulullah shalallahu ‘alayhi wasallam menjawab, “Itu adalah kabar gembira bagi seorang mukmin yang disegerakan."

Ia pasti akan mendapatkan balasan dari Allah atas keikhlasan amal ibadahnya. Allah telah berfirman :


وَمَنْ أَرَادَ الآخِرَةَ وَسَعَى لَهَا سَعْيَهَا وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَأُولَئِكَ كَانَ سَعْيُهُم مَّشْكُوراً

Dan barangsiapa yang menghendaki kehidupan akhirat dan berusaha ke arah itu dengan sungguh-sungguh sedang ia adalah mu'min, maka mereka itu adalah orang-orang yang usahanya dibalasi dengan baik. (QS. Al-Israa` : 19)


(Disarikan dari Syarh Riyadhus Shalihin 1/18, Cet. Madarul Wathan, Riyadh 1426 H; serta beberapa referensi lainnya)