Dengarlah tentang seorang tabi'in yang mulia, Ayub ash Shikhtiyani rahimahuLlah, seringkali hadits-hadits yang beliau sampaikan kepada manusia dalam suatu majelis menggetarkan hatinya, membangkitkan haru dalam relungnya, sehingga meneteslah air mata, yang tak kuasa ia menahan. Namun, tidaklah tangisan itu ia manfaatkan sebagai kesempatan pamer kekhusyukan, kelembutan hati, maupun keshalihan. Justru sebaliknya, sekuat tenaga dengan terisak ia sembunyikan tangisan itu, seraya berkata, "Pilek ini sangat menyiksaku."
Bagi seorang mukmin, tidak masalah bila amalannya diingkari manusia, ia tak butuh pengakuan, karena pengakuan manusia tidaklah mendatangkan manfaat apapun kecuali sekedar rasa takjub dan pujian orang yang ia tidak dapat menikmati rasa dan wujudnya. Sedangkan sesuatu yang tak berwujud dan tak berasa adalah kesemuan, dan sesuatu yang semu tak pantas untuk dicari atau diperjuangkan, bahkan selayaknya dihindari.
Karena itu tetap berjuanglah, beramallah, meskipun tak ada satupun manusia yang melihatmu, walau mereka tak mengakuimu, karena pengakuan mereka tak berarti apa-apa. Dan bila Anda telah berjuang namun mereka mengingkari usaha Anda, maka tak perlu bersedih, bahkan berbahagialah, karena Anda tak perlu repot-repot menyembunyikan amalan, dan yakinlah Allah Maha Tahu.
وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ
"Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan." (QS. Al Mujadilah : 11)
-------«»-------
ikuti akun instagram Muhammad al Umari
http://instagram.com/CatatanPribadiMAU
Channel telegram:
http://t.me/cpMAU
