Catatan Muhammad bin Badr al Umari

Rabu, 14 Maret 2018

Hati - Hati Terhadap Isu Politik

Muhammad al Umari


Dahulu, ayah saya didatangi beberapa orang, diajak ngobrol secara rahasia, dijelaskan kepada beliau bahwa PKI bangkit dan mengancam umat Islam, sedangkan pemerintah saat itu diklaim oleh mereka tidak mampu membendung kebangkitan komunis dan terkesan diam.

Akhirnya, ayah saya ikut rapat rahasia dengan jumlah peserta yang lebih banyak di beberapa kota, dan telah dibentuk gerakan dengan tujuan untuk menghadapi komunis, serta membangunkan umat Islam dari tidur pulas agar mereka melek dan sadar tentang kondisi kebangkitan komunis, saat itu ada beberapa media kondang yang juga memberitakan geliat komunis di Indonesia, berita itulah yang digunakan sebagai kampanye membangunkan umat Islam dari "tidur" pulas, ya, media ternama, tidak seperti berita hoax dari situs abal-abal saat ini yang umat Islam begitu saja mudah percaya, padahal banyak pemalsuan photo dan berita.

Setelah sekian lama, fungsi gerakan tersebut mulai berbelok arah, yang semula untuk membendung komunis, berubah menjadi gerakan persiapan kudeta terhadap pemerintah, karena mereka mengklaim bahwa pemerintah pro kumunis karena terkesan diam.

Rapat-rapat rahasia kembali diadakan, dan disitulah doktrin radikal ditancapkan, kudeta pun dipersiapkan.

Tidak lama kemudian, semua anggota gerakan tersebut ditangkap, termasuk ayah saya, ternyata anggotanya dari berbagai kalangan, ada wiraswasta, pegawai swasta, pengangguran, pegawai negeri sipil, pensiunan tentara, banyak diantara mereka yang tertangkap karena ikut gerakan tersebut, dan tidak sedikit dari mereka yang baru ikut pertemuan rahasia sekali atau dua kali, semua diciduk. Dan pemerintah menamai gerakan tersebut sebagai gerakan Komando Jihad. Ayah saya dikenai hukuman 5 tahun penjara, kawan-kawan beliau ada yang dapat hukuman lebih atau kurang dari itu.

Dari situlah, ayah saya menyimpulkan bahwa gerakan semacam itu hanyalah jebakan untuk sebagian umat Islam yang memiliki semangat tinggi tanpa dibarengi dengan ilmu dan kelembutan. Gerakan yang hanya berdampak buruk bagi Islam dan kaum muslimin, merusak citra Islam dan ketentraman. Beliau selalu mewanti-wanti agar pemuda Islam jangan sampai terjebak dalam kubang yang sama.

Saat ini, nampaknya jebakan itu dipasang lagi, beberapa waktu lalu, di tahun 2018 Masehi ini, kawan saya didatangi orang untuk membicarakan kondisi genting mengancam kaum muslimin yang disebabkan oleh rezim Presiden kita saat ini, terutama ancaman terhadap dakwah sunnah, begitu katanya. Dia minta tempat steril untuk membicarakan kondisi genting tersebut, entah ruangan yang tidak dapat didengar orang lain, atau ngobrol di mobil. AlhamduliLLAH kawan saya menolak hal itu. Ada beberapa orang lain juga yang didatangi.

Dalam hal ini, saya teringat ucapan Umar bin Abdul Aziz rahimahuLLAH :

إذا رأيت قوما يتناجون في أمر دينهم دون العامة فاعلم أنهم على تأسيس ضلاللة

"Bila engkau melihat suatu kaum yang membicarakan perkara agama mereka secara rahasia, maka ketahuilah bahwa mereka sedang membangun kesesatan" (Syarah Ushul I'tiqod Ahlissunnah wal Jama'ah, al Imam al Lalika'i, 1/135 no. 251)

Berhati-hatilah saudaraku, di jaman yang banyak fitnah seperti saat ini, perbanyaklah membaca al Qur'an, rajinlah menghadiri kajian sunnah, bukan kajian konfrontasi, bukan kajian politik praktis. Keselamatan itu tiada duanya.

Berhati-hatilah terhadap berita hoax yang diviralkan di media sosial, banyak sekali photo palsu editan dan situs abal-abal yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Dan berharaplah Anda menghadap kepada Allah dalam keadaan bersih dari fitnah dan tidak membahayakan keselamatan kaum muslimin karena semangat tanpa ilmu yang Anda miliki.