Tidaklah dapat kita pungkiri, semua orang pasti berusaha mencari keselamatan, diantara contohnya mereka menjaga pola hidup agar sehat, ketika berkendara mereka melengkapi prosedur keamanan, ketika dicelakai orang lain mereka membela diri atau meminta tolong. Itu semua demi keselamatan, yang bersifat duniawi.
Alangkah bodoh orang yang mendorong dirinya kepada kebinasaan, tidak menjaga pola hidup sehat sehingga berbagai penyakit berdatangan, ketika dicelakai tidak membela diri maupun meminta tolong padahal ia mampu, sehingga kebinasaan mendatanginya sedangkan ia hanya bisa menatap ketakutan, tanpa berbuat apa-apa.
Ketika kita sadar betapa bodohnya orang yang tidak mencari keselamatan duniawi, tentu haruslah kita sadari pula betapa pandirnya siapa saja yang tidak mencari keselamatan ukhrowi, atau bahkan membinasakan dirinya sendiri. Jalan menuju kebinasaan di akherat ialah jalan landai yang dipenuhi dengan kenikmatan sesaat, keleluasaan bertindak tanpa rambu-rambu syariat, serta umbaran hawa nafsu dalam kepuasan maksiat. Jalan yang landai itu, lama kelamaan akan menjadi curam, menjerumuskan kita menuju jurang siksa, dibangkitkannya kita di Padang Mahsyar dengan dahaga, serta menghadap Rabb dengan keadaan hina dina.
طاعة الله خير ما لزم العـبـــد
فـكـن طائعـــا ولا تعصـينه
ما هلاك النفوس إلا المعاصي
فاجتنب ما نهاك لا تـقـربنه
إن شـيـئا هلاك نـفـســك فــيه
ينبغي أن تصون نفسك عـنه
Maka jadilah orang yang taat dan janganlah memaksiati-Nya
Tidaklah jiwa-jiwa binasa melainkan karena maksiat
Maka jauhi apa yang Dia larang dan janganlah mendekat
Bila ada sesuatu yang dapat menghancurkan jiwamu
Maka seharusnya cegahlah ia dan jaga dirimu [1]
End Note :
[1] Syair di atas termuat dalam kitab Lathoiful Ma'arif Ibnu Rajab al Hanbali hal. 381 Cet. ke-2 Darud Dalil al Atsariyah
